Search This Blog

Fitur pada aplikasi Bridging SIMRS-INACBG

Fitur-fitur aplikasi briding SIMRS-INACBG, sangat bermanfaat untuk rumah sakit yang sudah memiliki SIMRS. Efisiensi waktu bisa sampai 60%. Simak bisa apa saja aplikasi Bridging disini.

Cara Memeriksa Bahwa Grouper Yang Terpasang Sudah Benar

Saya sudah melakukan perpanjangan grouper, mengapa masih sering muncul pesan Lisence Expired?. Benarkah grouper yang terpasang sudah merupakan versi terakhir? Begini cara memeriksanya.

Tuesday, June 30, 2015

Perpanjangan Lisensi INACBG 4.1 (Lisence Expired Please Contact NCC)

Bagi Rumah sakit pemberi pelayanan kesehatan (PPK) kepada peserta BPJS Kesehatan tentu tahu aplikasi INACBG. Ya.. aplikasi yang diterbitkan oleh kementerian kesehatan untuk melakukan grouping atas pelayanan kesehatan yang telah di lakukan kepada pasien sehingga memunculkan tarif yang harus di klaimkan kepada BPJS Kesehatan.

Kita juga tentu tahu bahwa aplikasi ini memiliki tenggang waktu penggunaan, akhir tenggang waktu penggunaan ditandai dengan berakhirnya lisensi penggunaan groupr tersebut. Penggunaan lisensi dimaksudkan untuk mengontrol versi grouper yang beredar atau yang digunakan oleh Rumah sakit. Dengan adanya masa izin pakai inacbg dapat diketahui versi grouper yang beredar dan digunakan oleh Rumah sakit.

Mengapa perlu di kontrol? karena aplikasi grouper inacbg masih terus dikembangkan agar lebih sempurna. selain aplikasinya juga tarif INACBG terus di evaluasi paling cepat satukali dalam 6 bulan. Nah Jika versioning tidak di kontrol tanpa dengan penggunaan lisensi bisa jadi versi yang digunakan oleh kita adalah versi yang sudah usang, yang sudah tidak sesuai lagi dengan algoritma grouping atau bahkan tarif yang terbaru. Oleh karena itulah maka di gunakan versioning.

Hari ini 30 Juni 2015 30 Juni 2016 adalah akhir dari masa pakai untuk inacbg versi 4.1 dengan versi grouper 3.2 dan nomor seri 1.554. Maka jangan kaget jika saat grouping muncul pesan Lisence Expired. Tidak perlu juga menghapus folder tertentu agas aplikasi bisa jalan kembali. Hal itu tidak akan menolong karena memang masa pakainya sudah habis.

Update Grouper (INACBG)


Update Grouper yang berlaku saat ini adalah update grouper Juli 2016. Silahkan klik disini.

Silahkan update grouper dengan terlebih dahulu mendownload update aplikasi grouper dari website BUK disini . Silahkan lengkapi persyaratan yang diperlukan jika memang belum lengkap, kemudian masukan kode RS kedalam form isian dan beri tanda centang pada pilihan Setuju, kemudian klik Download. Jika berhasil maka proses download akan dimulai, file yang di download bernama INACBG Grouper v3.0.2s.zip. Gunakan aplikasi Winrar atau Winzip dan ekstrak ke folder tertentu di. Didalamnya ada file bernama INACBG Grouper v3.0.2s.exe jalankan file tersebut sampai selesai.

Untuk mengurangi trafik bandwidth di server BUK, atau lambatnya proses download update perpanjangan lisensi juga dapat di download disini

Proses update Selesai....

Bridging Aplikasi INACBGs 4.0 Dengan Aplikasi RS SEP

Pada awal berlakunya JKN, sebagian petugas klaim mengeluh dengan kembalinya berkas klaim karena tidak lolos purifikasi. Dan 90% sebab tidak lolosnya purifikasi adalah kesalahan pengetikan No. SEP dan kesalahan penulisan No. Peserta. Jika purifikasi saja tidak lolos tentu tidak dapat dilakukan verifikasi. Akhirnya diperlukan waktu yang lama dalam proses klaim pelayanan JKN. Kesalahan pengetikan No. SEP dapat dimaklumi mengingat deret angka SEP yang begitu panjang dan banyaknya penerima manfaat JKN. Keluhan lainnya adalah Pengetikan ulang data pasien setelah sebelumnya mengetik untuk proses pembuatan SEP.

Dengan proses Integrasi ini, petugas entry data klaim tidak perlu lagi mengetik data identitas pasien, dan kesalahan penulisan No. SEP dan No. Peserta dapat diminimalisir secara signifikan. Karena data diambil langsung dari server SEP sehingga kebenarannya bisa diandalkan. Namun untuk mengintegrasikan kedua sistem ini ternyata tidak semulus yang diharapkan, diperlukan proses pengembangan dan instalasi secara bersama-sama oleh kedua pihak yakni RS dan BPJS Kesehatan.

Perlu diingat bahwa integrasi ini berarti menghubungkan dua sistem yang berbeda yaitu INACBG dan SEP. Oleh karena itu implementasinya juga harus melibatkan kedua belah pihak pengelola kedua sistem tersebut yakni Rumah Sakit dan BPJS Kesehatan. Tidak akan bisa terlaksana kalau hanya kita saja yang melakukan update software meskipun softwarenya adalah software terbaru.

Dalam tulisan ini akan membahas hal-hal yang harus kita lakukan sebagai petugas Rumah Sakit atau pengelola sistem INACBG. Tentang apa yang harus dilakukan oleh BPJS tidak akan dibahas disini. Karena mereka juga sudah dilatih sedemikian rupa untuk melakukan konfigurasi pada server mereka. Namun demikian akan sangat baik, efektif dan efisien jika dilakukan secara bersama-sama dan dilakukan pengujian bersama-sama, sehingga ketika ditemukan kendala atau masalah dapat dilakukan penyelesaian secara bersama-sama. Masalah mungkin saja terjadi pada kedua belah pihak baik pihak RS maupun BPJS. Dan pesan saya, sebelum berfungsi dengan baik jangan pernah menunda-nunda penyelesaian, selesaikan saat itu juga.

Pastikan Kedua Server Terhubung

Tidak akan pernah terjadi integrasi kedua sistem hingga keduanya dapat saling terhubung. Saran saya hubungi bagian IT Rumah Sakit untuk memastikan kedua jaringan saling terhubung. Namun jika tidak ada ahli IT di RS ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melakukan pengecekan apakah jaringan BPJS yang digunakan oleh aplikasi SEP sudah terhubung dengan jarinan RS atau yang digunakan oleh aplikasi INACBG.
  1. Cari Tahu IP Komputer Server SEP
  2. Jika belum tahu apa itu IP Komputer silahkan klik disini. Cara yang paling gampang untuk mengetahui IP komputer server SEP adalah menanyakan langsung kepetugas IT BPJS Kesehatan. Bagaimana kalau sulit sekali menemuinya ? ada cara lain. Di RS kita tentu ada minimal satu buah komputer yang digunakan untuk membuat SEP. Jalankan aplikasi SEP kemudian klik menu Setting, kemudian klik menu Setting Koneksi. Sehingga muncul jendela seperti berikut ini. Ingat... Jangan melakukan perubahan apapun pada jendela yang muncul.
    Perhatikan bagian yang diberi lingkaran berwarna merah, disana akan ada susunan angka-angka yang dipisahkan oleh tanda titik. Itulah IP Komputer Server SEP. Catat dengan baik, Dalam contoh ini IP Server SEP adalah 172.166.x.x. Dan sekarang kembali ke komputer server INACBGs.

  3. Lakukan Ping ke komputer server SEP dari server INACBG
  4. Saatnya kita melakukan uji koneksi atau sambungan dari komputer inacbg ke server SEP. Jika server INACBG menggunakan windows XP, silahkan klik Start --> Run. kemudian ketik "cmd" (tanpa tanda petik) kemudian tekan Enter, Harusnya muncul jendela dengan warna latar hitam yang biasa disebut jendela console. Sedangkan bagi pengguna Windows Vista keatas atau windows 7 cukup ketik tombol Start lalu ketik "cmd" (tanpa tanda petik) dan tekan Enter. Maka akan muncul jendela yang sama dengan pengguna Windows XP. Buka catatan IP Server SEP tadi, lalu pada jendela yang muncul ketik "ping ". Sebagai contoh disini "ping 172.166.x.x" (tanpa tanda petik) kemudian tekan Enter. Jika server inacbg sudah terhubung dengan server SEP maka akan muncul pesan Replay From bla..bla..bla... seperti gambar dibawah ini.
    Namun jika munculnya adalah "Request Time Out" artinya server Inacbg belum dapat terhubung dengan server BPJS. Silahkan hubungi bagian IT RS atau IT BPJS Kesehatan untuk menghubungkan kedua server tersebut.

Update Aplikasi

Setelah memastikan kedua server dapat saling terhubung selanjutnya adalah update software Inacbgs. Ada dua file update pada rilis kali ini, yaitu update untuk integrasi INACBG - SEP, dan update untuk bridging SIMRS - INACBG. Untuk keperluan saat ini silahkan jalankan file UPDATE SEP-INACBG.exe. Seperti biasa, klik next dan seterusnya sampai menemukan tombol Finish kemudian klik tombol Finish tersebut.

Selanjutkan lakukan konfigurasi untuk mengarahkan permintaan SEP dari aplikasi Inacbg ke server SEP. Caranya.
  1. Buka windows Explorer.
  2. Bagi pengguna Windows XP klik tombol Start kemudian klik Computer. Maka akan muncul jendela windows Explorer. Untuk memudahkan operasi, silahkan klik tombol Folders pada Toolbar yang ada di Windows Explorer. Sedangkan pengguna Windows 7 Klik tombol Start lalu klik Computer sehingga muncul jendela Windows Explorer. Kemudian Masuk ke Folder C:\inacbg.

  3. Edit File ip.php
  4. Cari file ip.php di folder C:\inacbg. Silahkan buka dengan notepad atau editor lainnya. Edit atau rubah sehingga seperti pada gambar berikut ini.
    Perhatikan bagian 172.x.x.x. Sesuaikan bagian tersebut dengan IP Server SEP yang tadi dicatat. Kemudian Simpan dan Keluar.
Sampai pada proses ini sebenarnya sudah selesai, kita sudah dapat memanggil/mencari data pasien berdasarkan nomor SEP seperti pada gambar dibawah ini. Silahkan klik pada gambar untuk memperbesar.


Jika dalam proses pencarian berdasarkan No. SEP tidak berhasil atau data tidak ditemukan ada kemungkinan webservice di server SEP belum berjalan atau bahkan belum di install. Silahkan tanyakan kepada petugas BPJS Kesehatan atau dapat juga dilakukan pemeriksaan sendiri. Caranya ambi salah satu No. SEP yang dibuat hari ini misal "1111R00104140002398", kemudian buka browser mozilla firefox misalnya. Pada address bar, ketikan alamat seperti yang tercantum di file ip.php tadi ditambah dengan No. SEP contoh tadi misalnya alamatnya menjadi "http://http://172.166.x.x:8082/SepLokalRest/sepcbg/sep/1111R00104140002398" kemudian tekan Enter. Jika Webservice sudah berfungsi dengan benar akan muncul data peserta seperti berikut ini.
    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses integrasi ini
  1. Hanya dapat digunakan pada user dan password standar INACBG. Jika Password dari User Standar INACBG sudah diganti maka tidak dapat melakukan pencarian berdasarkan SEP ini. Jika password telah diganti namun ingin tetap terintegrasi maka dapat dilakukan dengan cara tertentu.
  2. Pada kasus tertentu hasil pencarian dapat lebih dari satu data kunjungan meski merupakan pasien yang sama. Namun dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya. Biasanya kunjungan dengan nomor SEP yang dicari terdapat pada urutan terakhir.
  3. Jika RS sudah memiliki SIMRS saya sangat menyarankan untuk dilakukan bridging SIMRS-INACBG, sehingga tidak perlu entry pada aplikasi INACBG untuk melakukan klaim. Demikian juga proses pembuatan SEP, cukup menggunakan satu aplikasi SIMRS. Sehingga petugas pendaftaran tidak perlu berganti-ganti aplikasi dalam proses pendaftaran.

Update INACBG 4.1 :


Update pada INACBG versi 4.1 sudah termasuk fitur untuk bridging dengan aplikasi RSSEP, sehingga tidak diperlukan lagi update aplikasi dengan UPDATE SEP-INACBG.exe.

Demikian cara mengintegrasikan Inacbg 4.0 dengan RS SEP. Semoga bermanfaat. Untuk diskusi tentang JKN, Casemix silahkan bergabung dengan Group SIRS, Casemix dan INACBG di Facebook. Di group tersebut dibahas lebih detail tentang Inacbg, BPJS Kesehatan dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Software update terdapat di group casemix tersebut diatas, silahkan bergabung sekaligus diskusi tentang JKN. Bagi yang tidak dapat bergabung dapat di download sini

Jika tulisan ini bermanfaat, silahkan klik iklan yang ada, atau klik tombol Like dan atau tinggalkan komentar. Dan tularkan manfaatnya dengan menekan tombol Share.



Sumber : Blogger

Saturday, June 27, 2015

Pemerintah Diminta Segera Bentuk Pansel Dewan Pengawas BPJS Kesehatan

Bisnis.com, DENPASAR—BPJS Watch mendesak pemerintah segera membentuk panitia seleksi atau Pansel direksi dan dewan pengawas BPJS Kesehatan.

Menurut Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar‎, masa jabatan direksi dan dewan pengawas saat ini akan selesai akhir Desember 2015 sehingga perlu diantisipasi jauh-jauh hari.

"Supaya tidak nanti November baru dibentuk akhirnya seleksinya cuma sekedar pilih saja," ujarnya di Denpasar, Jumat (26/6/2015).

Dia menekankan kepada pemerintah agar menyeleksi calon direksi dan pengawas BPJS Kesehatan yang kredibel. Pihaknya juga menyarankan pemerintah tidak memperpanjang jabatan direksi dan pengawas saat ini.

Alasannya, karena kinerja direksi dan pengawas saat ini dinilai tidak mampu memberikan layanan memuaskan kepada masyarakat. Dia mengatakan banyak menerima pengaduan dari masyarakat mengenai pelayanan di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Selain itu, direksi sekarang dinilai tidak mempermudah layanan, karena mengeluarkan aturan yang mensyaratkan aktivasi 14 hari kepada peserta dan kewajiban satu keluarga harus mendaftar. Selain itu, adanya nota kesepahaman dengan Apindo yang memberikan penundaan hingga 30 Juni dinilai bentuk ketidaktegasan.

"Dari sisi regulasi itu sudah susahkan rakyat, dari sisi implementasi kami sudah beberapa kali minta tempatkan petugas di tiap rumah sakit, tetapi mereka bilang ada aduan 24 jam," ujarnya.

BPJS Kesehatan membutuhkan kepemimpinan yang berani dan punya kreatifitas dalam memberikan pelayanan lebih baik. ‎Pihaknya berharap kepemimpinan direksi dan dewan pengawas baru akan membuka akses rekening ke bank lain tidak hanya bank BUMN.

Sumber : Bisnis.com

Waspadai, Anak Sering Kejang Demam Berisiko Epilepsi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada beberapa anak, demam tinggi terkadang disertai kejang. Hal ini biasanya terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Namun, para orangtua harus waspada jika kejang demam sering terjadi. Anak tersebut akan lebih berisiko mengidap epilepsi.

"Anak yang sering kejang demam lebih berisiko epilepsi. Tapi tidak selalu jadi epilepsi, tergantung fungsional otaknya," terang dokter Spesialis Saraf Irawaty Hawari saat ditemui di Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Ira mengatakan, normalnya kejang hanya berlangsung sebentar hingga 1 menit. Jika lebih dari itu, atau kejang selama 3-5 menit bisa memicu kerusakan otak. Untuk itu, lanjut Ira, jangan biarkan kejang berlangsung lama. Segera berikan obat penurun panas pada anak.

"Penting kita untuk menghitung lamanya dia kejang. Kalau 3-5 menit kejang bisa berpengaruh ke otak," jelas Ira. Meski tak banyak kasus kejang demam yang akhirnya menyebabkan anak mengidap epilepsi di kemudian hari, tetap harus diwaspadai.

Demam disertai kejang biasanya sudah tak terjadi lagi ketika anak memasuki usia sekolah. Namun, jika terjadi kejang kembali, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Jika anak positif epilepsi, ia pun akan diberi obat. Antiepilepsi (OAE) untuk mengontrol bangkitan. Bangkitan epilepsi pun tak hanya kejang, bisa juga tiba-tiba hilang kesadaran, bengong, hingga berteriak tiba-tiba seperti orang marah atau ketakutan.

Sumber : Kompas